KURIKULUM

Saat ini diseluruh belahan dunia bermunculan berbagai jenis penyakit, baik penyakit non infeksi maupun penyakit infeksi. Misalnya: (1) penyakit non infeksi antara lain penyakit keganasan/kanker, penyakit metabolik (obesitas maupun diabetes melitus); (2) penyakit  infeksi terutama yang disebabkan oleh virus antara lain HIV (human deficiensi virus), DV   (dengue virus), SARS(systemic acute respiratore syndrome), dsb. Oleh karena penanganan secara farmokologik belum memberikan hasil yang optimal, maka perlu difikirkan strategi penangannya seperti menentukan diagnostik dini, tindakan pencegahan, atau pengembangan imunoterapi pasif.  Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Studi Imunologi mempunyai peran yang sangat penting baik dari segi pengembangan diagnostik (pembuatan kitt diagnostik), preventif (pembuatan vaksin) maupun kuratif (pembuatan monoklonal antibodi atau ScFv(single chain fragmen variable). Oleh karenanya Prodi Magister Imunologi Pascasarjana Universitas Airlangga membekali para mahasiswanya cara berfikir yang lentur sehingga timbul ide-ide kreatif dan inovatif yang didasari pengetahuan Imunologi dan Imunobioteknologi moderen, sehingga kelulusannya akan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, terutama pada penanggulangan penyakit infeksi maupun non infeksi. Untuk itu maka disusunlah suatu visi-misi sebagai berikut :

1.1. VISI

Menjadi Program Pendidikan Magister yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif dan inovatif serta menguasai IPTEK di bidang imunologi dan mampu bersaing di tingkat nasonal maupun internasional, yang berpegang teguh pada Etik dan moral Agama.

1.2. MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan,yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat baik dimasa kini maupun dimasa mendatang yang difokuskan pada pengembangan teknologi penanggulangan penyakit baik dari segi preventif, diagnostik maupun kuratif, terutama pada penyakit tropis
  2. Menyelenggarakan pendidikan yang membangun sistem manajemen dalam upaya mendorong mahasiswa, supaya mampu meningkatkan daya saing bangsa baik dalam perencanaan, pengelolaan dan atau pelaksanaan serta pengembangan laboratorium Imunologi, baik pada penelitian dasar maupun penelitian terapan
  3. Menyelenggarakan pendidikan untuk membentuk manusia yang ahli dalam bidang Imunologi, berkarakter kewirausahaan, disiplin, membina dan memelihara kerjasama baik secara individu, kelompok maupun institusi yang berpegang teguh pada nilai etik dan moral agama

1.3. PROFIL LULUSAN

Program Studi Magister Imunologi Program Pascasarjana Universitas Airlangga akan menghasilkan lulusan yang mempunyai peran dan ciri sebagai 1) Communicator, 2) Cure and Care Provider, 3) Scientific and Evidence Based Decision Maker, 4) Community Leader, and 5) Leader.

  1. Communicator: Lulusan Program Studi Imunologi Pascasarjana Universitas Airlangga dapat menyampaikan pendapat, ide di Bidang Imunologi tentang perkembangan penyakit baik penyakit infeksi maupun non infeksi serta mengembangkan teknologi dalam upaya pencegahan dan pengembangan imunoterapi dari suatu penyakit  kepada masyarakat
  2. Care Provider: Lulusan Program Studi Imunologi Pascasarjana Universitas Airlangga, mampu memberikan pelayanan pada masyarakat, melalui pengembangan IPTEK khusunya pada pengengembangan pencegahan suatu penyakit
  3. Desicion Maker: Lulusan Program Studi Imunologi Pascasarjana Universitas Airlangga dapat mengambil keputusan dalam menyelesaikan permasalahan IPTEK dalam bidang imunologi terutama  menentukan kualitas dan validitas hasil bioproduk yang diperoleh dari hasil penelitian yang berorientasi pada pengembangan vaksin dan kitt diagnostik.
  4. Community Leader: Lulusan Program Studi Imunologi Pascasarjana Universitas Airlangga mampu memimpin unit kerja/Laboratorium riset, yang meliputi managemen, operasional dan pengembangan yang disesuaikan dengan dinamisasi kebutuhan masyarakat
  5. Manager : Lulusan Program Studi Imunologi Pascasarjana Universitas Airlangga mampu  mengelola dan mengembangan Laboratorium riset dalam upaya untuk menghasilkan suatu bioproduk
  6. Researcher : Lulusan Program Studi Imunologi Pascasarjana Universitas Airlangga mampu melakukan penelitian di bidang kesehatan baik secara mandiri

1.4. CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN SUB-CAPAIAN PEMBELAJARAN

Capaian pembelajaran dari Prodi Magister Imunologi mengacu pada Visi, Misi, yang tercermin pada Profil lulusan, di mana capaian pembelajaran ditentukan oleh KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang dikeluarkan oleh DIKTI. Setelah menyelesaikan pendidikan di Program Studi Imunologi Program Pascasarjana Universitas Airlangga, lulusan akan mampu :

  1. Mengembangkan pengetahuan, teknologi, di dalam bidang keilmuannya atau menghasilakan bio produk melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji

1.1.   Mampu mengembangkan penelitian dibidang  IPTEK  imunologi dalam upaya pencegahan  penyakit infeksi yang ada dilingkungannya

1.2.   Mampu menerapkan IPTEK di bidang imunologi yang dapat menghasilkan  bioproduk serta menetapkan kualitas dan validitas bioproduk yang dapat digunakan pada pengembangan diagnostik/ imuoterapi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat

  1. Memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner.

2.1.    Mampu memecahkan masalah IPTEK di bidang imunologi melalui riset yang berada di dalam komunitas melalui pendekatan inter atau mutidisipliner, dan dapat dipublikasikan secara nasional atau internasional

2.2.    Mampu mengambil keputusan dalam menyelesaikan permasalahan IPTEK, khusunya pada penentuan penyakit dan hasil produksi yang terkait  Di bidang Imunologi melalui pendekatan inter atau multidisipliner

  1. Mengelola dan mengembangkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mempublikasi hasil penelitian sehingga mendapat pengakuan nasional maupun internasional.

3.1.    Mampu mengelola riset dibidang imunologi yang disesuaikan perkembangan penyakit infeksi yang terjadi  di masyarakat

3.2.    Mampu mengembangkan riset di bidang imunologi baik pada penyakit infeksi maupun non infeksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat

Download (PDF, 124KB)